Sunday, 23 May 2010

bank muamalat komplain 2

Disclaimer; ini bukanlah suatu usaha untuk mencemarkan nama baik sebuah bank ataupun seseorang, ini hanya merupakan cerita pengalaman saya pribadi, jadi kalo di kemudian hari saya juga di tahan seperti kasus PRITA maka semakin tampaklah siapa yang bodoh dan siapa yang pintar

kprBulan Juli kemarin saya sempat di bingungkan dengan pilihan, meneruskan kontrak rumah atau membeli rumah. Jujur saja ini bagaikan makan buah simalakama, kenapa? misalkan saya tetap kontrak rumah, okelah gaji masih lumayan, tapi kapan saya punya rumah?, kalau saya beli rumah, gaji jelas terpotong cukup lumayan, kerja harus lebih keras, lelah, mumet tapi punya rumah sendiri, kalau saya tunda hingga tunjangan renumerasi yang entah kapan turunnya, bisa-bisa harga rumah juga ikutan melonjak (tahu sendiri kan,… harga selalu naik seiring dengan kenaikan gaji PNS).

Akhirnya saya nekat untuk ambil rumah bekas, dengan pertimbangan perumahan yang baru rata-rata memiliki luas tanah yang mungil, sedang yang lama-lama masih memiliki tanah yang lumayan, pilihan jatuh di sebuah rumah bekas di lokasi perumahan yang tepat berada di tengah kota CIlacap. Karena ndak punya uang, saya berniat untuk menggunakan jasa KPR, pilihan pertama jatuh di Bank Muamalat dengan pertimbangan;

  • Proses yang mudah dan cepat
  • DP cukup 10%
  • Memakai system syariah
  • Besar angsuran di sesuaikan dengan kemampuan

Jangan salah persepsi, ini semua tertulis di brosur yang di berikan oleh pegawai Bank Muamalat di Cilacap lho, jadi bukan karangan saya.

Beberapa hari kemudian saya mengajukan aplikasi KPR dengan semua persyaratan yang lengkap, dan saya serahkan di Kantor Kas Cilacap, kebetulan salah satu pegawainya adalah mantan teman kuliah (jujur saja saya ndak inget dia dan sampe sekarangpun saya masih kesulitan untuk mengingat siapa dia, padahal dia langsung ingat nama saya pada saat pertama ketemu di kantor kas tersebut). Pada saat saya mengajukan aplikasi melalui dia memang sempat ngobrol sebentar tentang program KPR Bank Muamalah ini dan menurut informasi dari dia saat ini Bank sedang berkonsentrasi untuk mengumpulkan dana, sehingga proses KPR juga di perketat, okelah yang penting saya minta untuk selalu di informasikan tentang perkembangan aplikasi saya, dan kamipun bertukar nomer handphone. Kalau tidak salah saya mengajukan aplikasi itu di hari Jumat tanggal 3 Juli 2009.

Sekitar tanggal 7 Juli saya mengirimkan SMS ke “teman” tadi karena dia tidak juga memberikan kabar, dan jawabannya sungguh mengejutkan yaitu aplikasi saya di tolak tanpa ada proses penjelasan ataupun konsultasi mengenai apa yang kurang dari aplikasi saya, apakah gaji saya kurang besar sehingga tidak memenuhi plafon?…dia hanya menjawab bahwa untuk sementara program KPR Muamalat di tutup. Akhirnya saya minta untuk pengembalian aplikasi bila memungkinkan agar bisa saya ajukan ke bank yang lain, dia jawab oke ntar dia ambilkan dulu di Kantor Purwokerto. Namun hingga tanggal 9 Juli 2009 tidak ada kabar sedikitpun dari dia, sehingga saya akhirnya menghubungi Kantor Purwokerto, dan menanyakan kejelasan apakah benar program KPR Muamalat di tutup?, dan jawabannya sangatlah mengejutkan karena CS nya bilang bahwa program itu masih ada,… NAH LOH??? kemudian saya menanyakan keberadaan aplikasi saya, dan dijawab oleh CS nya akan di telusuri terlebih dahulu dan dia minta saya untuk meninggalkan nomer handphone saya. Hingga siang sekitar jam 2 saya tidak menerima satupun berita dari Bank Muamalah Purwokerto, hingga kemudian saya menghubungi mereka kembali, kali ini yang menerima suara laki-laki, yang bernama ha**d, dia malah kebingungan dan terkesan tidak tahu menahu, Nah LOH? sebegitu buruknyakah koordinasi di Bank Mumalah Purwokerto? dan dia minta saya meninggalkan no handphone saya lagi agar bisa dihubungi, terang saja saya TOLAK, buat apa meninggalkan nomer handphone dua kali untuk masalah yang sama? dan saya bilang kalau memang serumit itu berurusan lewat telepon okelah saya akan datang langsung ke kantor Bank Muamalah Purwokerto untuk mengambil berkas sekalian meng”Clear”kan masalah aplikasi KPR saya, dan sama ha**d di setujui sekitar jam 9 pagi besok harinya. AJAIB sekitar jam 3-an handphone saya berdering dan ternyata dari CS wanita yang pertama tadi dan dia bilang bahwa aplikasi di bawa sama pak “teman” saya dan bisa di ambil di Kantor Cilacap dan saya tidak perlu ke Purwokerto, Kemudian saya tanya apakah saya perlu mengajukan ulang aplikasi saya? di jawab tidak perlu,….. NAH LOH??? koq aneh yah??

Pada tanggal 9 Juli 2009 saya datang ke Bank Mandiri Syariah untuk menanyakan masalah KPR di sana, dan jujur saja layanan di sana berbanding 180 derajat dengan Bank Muamalat, disana saya langsung di temui oleh AO nya sendiri dan di jamu di ruang rapat walaupun cuman dapat air mineral tapi menurut saya itulah seharusnya layanan yang di berikan bank kepada nasabahnya ya kan? pada 10 Juli 2009 saya mengajukan aplikasi KPR di Bank Mandiri Syariah, walaupun persentase cuman 70% dari harga rumah, dan angsuran yang sedikit lebih tinggi di banding Muamalat tapi bagi saya bukan suatu masalah toh yang penting layanannya bagus (entah jika besok-besok layanannya memburuk) minimal saya di berikan penjelasan sejelas-jelasnya bahkan persyaratan yang menurut Bank kurangpun di beritahukan untuk dilengkapi,….

Hingga saat ini saya masih menunggu kabar aplikasi KPR saya dari Bank Mandiri Syariah karena kebetulan AO nya sedang workshop di Bandung ato Bogor,….. saya agak lupa :D doakan saja agar di setujui yaa???? AMIEN

Kesimpulan saya;

apabila berurusan dengan pihak Bank, jangan pernah berurusan dengan kantor KAS, usahakan agar datang langsung ke Kantor Cabang, KCU minimal KCP dan minta langsung ketemu dengan person in charge jangan titip sama “teman” dan pastikan anda kesana berseragam lengkap kalo perlu dengan semua atribut baik wajib ataupun sunnah, karena ternyata orang masih memandang seragam dibanding orangnya

Catat nama orang-orang bank yang berurusan dengan anda, apabila perlu catat juga ucapan mereka, lebih baik lagi kalau bawa perekam, itu penting karena bisa ada masalah anda tidak akan di salahkan oleh BANK

Hingga saat ini tidak ada satupun BANK yang benar-benar memihak kepada rakyat kecil, ingat itu!! kalau tidak percaya silakan coba sendiri, pedagang kecil, miskin akan jauh lebih susah mendapatkan kredit di BANK di bandingkan bila anda naik MERCY dan berpakaian perlente.

Penutup;

Bila ada yang menuntut saya karena pencemaran nama baik, baik dengan KUHP ataupun dengan UU ITE, perlu saya tekankan lagi, anda semua berhak untuk memberikan jawaban sesuai dengan UU mengenai pengaduan konsumen. Saya memiliki hak, sekali lagi memiliki hak penuh untuk menuliskan ini karena saya MENGALAMI sendiri perlakuan ini. dalam surat ini saya tidak pernah menyebutkan nama orang, sekali lagi TIDAK PERNAH MENYEBUTKAN NAMA ORANG, sehingga tidak ada satupun orang yang bisa mengadukan saya.

No comments:

Post a Comment